Senin, 26 Desember 2016

Sejarah Desa Cikaramas


Terdengar cerita di sebuah tempat nan jauh dari ibu kota Kerajaan Sumedang Larang terdapat sebuah tempat yang asri. Tempat tersebut berada 1.500 Meter dari sebuah gunung yang disebut gunung Bongkok. Dari gunung tersebut terdapat sebuah sungai yang membelah dan menjadi batas alam dua Desa (Desa Cikaramas-Desa Cikawung Subang). Dari sungai tersebut mengalir air yang mampu mengairi areal persawahan disekitarnya yang jaraknya 8,5 Km dari mata air.
Konon cerita nama Cikaramas berawal dari kisah “ Seorang Kyai (EYANG ABDUL) Pendiri sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren yang pertama di dusun Sukamanah, kedatangan seorang tamu (penduduk dusun) yang bermaksud untuk memohon kepada Kyai EYANG ABDUL mengobati salah satu Keluarganya yang sedang sakit. Dengan senang hati Kyai EYANG ABDUL menerima tamu tersebut dan mempersilahkan masuk ke pondok. Dengan penuh kewibawaaan dan kharisma yang tinggi Kyai EYANG ABDUL menanyakan maksud dan tujuan kedatangan tamu tersebut walaupun dengan ilmunya, Kyai EYANG ABDUL sudah mengetahui maksud dan tujuan tamunya. Dengan terpatah patah tamu itu memaparkan maksud dan tujuannya bahwasanya salah satu keluarganya sakit keras, dan memohon kepada kyai EYANG ABDUL untuk mengobatinya.
Kyai EYANG ABDUL tersenyum mendengar maksud dan tujuan tamunya dan dengan penuh keiklasan Kyai EYANG ABDUL menjawab bahwasanya “ Yang bisa menyembuhkan semua penyakit itu hanyalah Allah SWT, atas ijinnya Insyalah semua penyakit yang di derita akan sembuh dengan sendirinya, kita hanya bisa berusaha untuk sembuh. Kyai EYANG ABDUL menerima tamunya dengan satu syarat bahwa apabila yang sakit itu sembuh semua itu semata mata karena Allah SWT bukan karena Kaula (Saya), maksud dan tujuan kyai EYANG ABDUL tersebut agar tidak terjadi kemusyrikan dan untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Dengan ilmu yang dimilikinya kyai EYANG ABDUL berdoa dan memohon kepada Allah SWT untuk kesembuhan pasiennya. Dengan ijin Allah SWT kyai mendapat ilham bahwa salah satu sareat kesembuhan pasiennya adalah air yang airnya harus di ambil dari mata air gunung Bongkok. Kyai EYANG ABDUL memerintahkan kepada tamunya untuk mengambil air yang terletak dari hulu sungai gunung Bongkok. Dengan senang hati tamunya menyanggupi perintah tersebut, dan sambil membawa TELE (Tempat air dari pohon bambu gombong/surat dengan panjang sekitar 50 Cm) dia (tamu) tersebut bergegas pergi untuk mengambil air tersebut. Mata air gunung Bongkok terletak dilembah gunung, airnya jernih dan dingin. Perjalanan menuju lembah tersebut sekitar 3 jam dengan berjalan kaki. Setelah beberapa jam Kyai EYANG ABDUL menunggu tamunya dan tidak lama kemudian tamunya tersebut datang dengan membawa KELE (tempat air) dan menyerahkannya kepada Kyai EYANG ABDUL. Kemudian Kyai tersebut membawa KELE ke kamarnya dan berdoa untuk kesembuhan pasiennya. Setelah berdoa Kyai EYANG ABDUL menyerahkan KELE tersebut kepada tamunya dan diperintahkan agar air di dalam KELE tersebut diminum kepada yang sakit dan dijadikan biang untuk mandi.
Dengan penuh keyakinan si tamu tersebut bergegas pulang kerumahnya dan menjalankan apa yang telah diperintahkan oleh Kyai EYANG ABDUL. Setelah beberapa hari kemudian atas ijin-Nya sakit yang diderita oleh salah satu keluarganya tersebut sembuh dan bisa hidup sebagaimana mestinya. Atas kesembuhan salah satu penduduk dusun tersebut tersiar berita dari mulut ke mulut bahwa air yang di ambil dari hulu sungai gunung Bongkok tersebut mampu menyembuhkan penyakit, tentunya atas ijin dan ridho dari Allah SWT serta doa sang kyai.
Lama kelamaan air yang terletak dari hulu sungai gunung bongkoktersebut di keramatkan oleh sebagian orang dan menamakannya “ CIKURAMAS “ (AIR KERAMAS) dan dijadikan nama sungai “ CIKARAMAS”. Dari waktu ke waktu zaman ke zaman “ SUNGAI CIKURAMAS ” tersebut berubah nama dengan sendirinya yaitu menjadi “ SUNGAI CIKARAMAS “ sampai sekarang. Pengambilan nama Desa oleh para tetua kampung tokoh-tokoh agama dan tokoh-tokoh masyarakat pada zaman itu berdasarkan pada keadaan adat istiadat masyarakat yang sanagat sacral dan mengkramatkan sesuatu hal yang menjadi kepercayaan dan keyakinannya, maka pengambilan nama sungai “ CIKURAMAS “ menjadi nama desa “DESA CIKARAMAS” adalah hasil musyawarah bersama para tetua adat, ulama dan tokoh tokoh masyarakat lainnya sesuai dengan maknanya “DESA CIKURAMAS” “DESA CIKARAMAS” mengandung makna “CAI KURAMAS” (AIR KERAMAS). Sungai Cikaramas yang membelah dan menjadi batas desa (Desa Cikaramas-Desa Cikawung Subang) terletak 200 Meter dari ibu kota desa. Nama sungai tersebut dijadikan nama desa ‘DESA CIKARAMAS’ dan kampung ‘KAMPUNG CIKARAMAS’, Nama desa “DESA CIKARAMAS” yang masuk wilayah kabupaten Sumedang dan nam kampong “KAMPUNG CIKARAMAS” berubah nama menjadi “KAMPUNG CIAKAR CIKARAMAS” yang masuk wilayah desa Cikawung Kabupaten Subang. Sampai sekarang ada istilah “CIKARAMAS PEUNTAS” Cikaramas peuntas Kabupaten Subang dan Cikaramas peuntas Kabupaten Sumedang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar